Saat Anak Belajar Berani, Berkomunikasi, dan Berjualan di Market Day
Melalui Market Day, siswa SD Islam Tahfizh Cahaya Qur’an belajar entrepreneurship secara langsung sekaligus mengembangkan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peran.
Belajar Menjadi Penjual dari Pengalaman Langsung
Belajar entrepreneurship tidak selalu dimulai dari teori. Terkadang, anak justru lebih memahami prosesnya ketika mereka diberi kesempatan untuk mencoba langsung.
Melalui kegiatan Market Day, siswa SD Islam Tahfizh Cahaya Qur’an merasakan pengalaman menjadi penjual. Ada yang menawarkan produk, melayani pembeli, menghitung uang, hingga belajar mengatasi rasa malu ketika harus berkomunikasi dengan orang lain.
Dari aktivitas sederhana tersebut, siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan berani mengambil peran.
Entrepreneurship dalam Lingkungan Bilingual
Menariknya, Market Day juga menjadi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara natural dalam situasi jual beli.
Pembelajaran bahasa tidak hanya berlangsung melalui materi di kelas, tetapi juga digunakan dalam pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Hal ini menjadi salah satu nilai tambah pembelajaran di SD Islam Tahfizh Cahaya Qur’an: siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan entrepreneurship, communication skills, dan kemampuan bilingual melalui pengalaman nyata.
Karena pendidikan tidak hanya tentang memahami konsep, tetapi juga tentang memberi ruang kepada anak untuk mencoba, berkomunikasi, dan belajar dari pengalaman.
Berita Lainnya
Baca juga
09 September 2026
CEFR-Based Mock Test: Mengembangkan Kompetensi Bahasa Inggris Sejak di Bangku Sekolah
Baca03 September 2026
Hifzul Qur’an: Ketika Hafalan Menumbuhkan Keberanian Anak
Baca30 Agustus 2026